Kamis, 26 Desember 2013

DAMAI ITU INDAH, KASIH ITU SUKACITA

DAMAI ITU INDAH, KASIH ITU SUKACITA
Perhatikan kebaikan dalam diri setiap orang kasihilah kebaikan dalam diri mereka perhatikanlah ketidaklayakanmu dibandingkan dengan kelayakan mereka, kasih dan suka cita menjadikan dunia kecilmu berbahagia seperti riak-riak air kolam yang timbul karena adanya batu yang dijatuhkan ke dalamnya dan membuat permukaan airnya bergoyang, demikian pula dengan suka citamu yang akan menyebar di lingkaran yang kian lama kian melebar melampaui segala pengetahuan dan antisipasi jika kamu selalu bersuka cita bersama Allah karena suka cita yang demikian bersifat kekal.
Carilah keindahan dan suka cita di dunia ini pandanglah bunga hingga keindahannya menjadi bagian dalam jiwamu maka kamu akan mengembalikan keindahan itu kepada dunia dalam bentuk sebuah senyuman atau sepatah kata penuh kasih atau sebuah pemikiran yang bijak atau sebuah doa bagikanlah kasih dengan lebih mendalam maka kedamaian akan tercipta.
Mengasihi sesama satu sama lain berarti menyertakan Allah dalam hidupnya, menyertakan Allah dalam hidupnya berarti mewujudkan keharmonisan, keindahan, sukacita kebahagiaan dan kedamaian untuk dirinya dan sesama.
Suka cita merupakan sikap “terima kasih” yang seutuhnya terhadap Allah karena dalam masa sulit dapat  merasakan kedamaian.
Raihlah kedamaian dan suka cita dimulai dari diri sendiri dahulu demi mendapatkan Kasih Sejati Allah, ciptakan rasa bahagia mengiringi setiap langkah meniti hari demi hari menuju hari kemenangan. Jangan mengeluh atau berputus asa ketika ujian dan cobaan itu datang tetapi sikapi  ujian dan cobaan datang sebagai wujud kasih Allah menyertai agar manusia selalu mengingat-Nya berlapang hati dan bersikap rendah hati itu yang diinginkan Allah bagi mereka yang menerima ujian dan cobaan  seberat apapun bebannya jika diterima dengan hati lapang dan sikap rendah hati maka Allah akan memberikan rasa ringan dan damai dalam melalui masa sulitnya.
BERSUKA CITALAH KETIKA BERSAMA ALLAH
BERDAMAILAH DENGAN DIRIMU
KASIHI SESAMAMU SEPERTI ENGKAU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI
JAMAHLAH HATIMU SEBELUM MENJAMAH HATI SESAMAMU
TERSENYUMLAH UNTUK DIRIMU SEBELUM UNTUK SESAMAMU
SIBAKKAN TIRAI PESONAMU UNTUK MENEBAR KASIH
ULURKAN TANGANMU UNTUK MENUAI BERKAT
LANGKAHKAN KAKIMU UNTUK MENAPAKI PIJAKAN SUCI
LAPANGKAN HATIMU UNTUK YESUS YANG LAHIR DI HATI KITA

Selasa, 24 Desember 2013

PESAN NATAL BERSAMA PGI DAN KWI TAHUN 2013



“Datanglah, ya Raja Damai” (Bdk. Yes. 9:5)
.
Saudara-saudari terkasih, segenap umat Kristiani Indonesia,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus
Kita kembali merayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat di dunia. Perayaan kedatangan-Nya selalu menghadirkan kehangatan dan pengharapan Natal bagi segenap umat manusia, khususnya bagi umat Kristiani di Indonesia. Dalam peringatan ini kita menghayati kembali peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang diwartakan oleh para Malaikat dengan gegap gempita kepada para gembala di padang Efrata, komunitas sederhana dan terpinggirkan pada jamannya (bdk. Luk. 2:8-12). Selayaknya, penyampaian kabar gembira itu tetap menggema dalam kehidupan kita sampai saat ini, dalam keadaan apapun dan dalam situasi bagaimanapun.
Tema Natal bersama PGI dan KWI kali ini diilhami suatu ayat dalam Kitab Nabi Yesaya 9:5 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”.
Kekuatan pesan sang nabi tentang kedatangan Mesias dibuktikan dari empat gelar yang dijabarkan dalam nubuat tersebut, yaitu: 1). Mesias disebut “Penasihat Ajaib”, karena Dia sendiri akan menjadi keajaiban adikodrati yang membawakan hikmat sempurna dan karenanya, menyingkapkan rencana keselamatan yang sempurna. 2). Dia digelari “Allah yang Perkasa”, karena dalam Diri-Nya seluruh kepenuhan keallahan akan berdiam secara jasmaniah (bdk. Kol. 2:9, bdk. Yoh. 1:1.14). 3). Disebut “Bapa yang Kekal” karena Mesias datang bukan hanya memperkenalkan Bapa Sorgawi, tetapi Ia sendiri akan bertindak terhadap umat-Nya secara kekal bagaikan seorang Bapa yang penuh dengan belas kasihan, melindungi dan memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya (Bdk. Mzm. 103:3). 4). Raja Damai, karena pemerintahan-Nya akan membawa damai dengan bagi umat manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian (bdk. Rm. 5:1; 8:2).
Seiring dengan semangat dan tema Natal tahun ini, kita menyadari bahwa Natal kali ini tetap masih kita rayakan dalam suasana keprihatinan untuk beberapa situasi dan kondisi bangsa kita. Kita bersyukur bahwa Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara, kita masih merasakan adanya tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan, dengan dihembuskannya isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan kekuasaan. Tindakan intoleran ini secara sistematis hadir dalam berbagai bentuknya.
Selain itu, di depan mata kita juga tampak perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.
Hal yang juga masih terus mencemaskan kita adalah kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi.
Hal lain yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan. Namun demikian, kita bersyukur karena Tuhan masih menghadirkan beberapa figur pemimpin yang patut dijadikan teladan. Kenyataan ini memberi secercah kesegaran di tengah dahaga dan kecewa rakyat atas realitas kepemimpinan yang ada di depan mata. 3. Karena itu, Gema tema Natal 2013 “Datanglah, Ya raja Damai” menjadi sangat relevan. Nubuat Nabi Yesaya sungguh memiliki kekuatan dalam ungkapannya. Seruan ini  mengungkapkan sebuah doa permohonan dan sekaligus harapan akan datangnya sang pembawa damai dan penegak keadilan (bdk. “Penasihat Ajaib”).
Doa ini dikumandangkan berangkat dari kesadaran bahwa dalam  situasi apapun, pada akhirnya  “Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal,” Dialah yang memiliki otoritas atas dunia ciptaan-Nya.  Dengan demikian, semangat Natal adalah semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir bagi kita, yang telah menyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya perdamaian di tengah konteks kita. Tema ini sekaligus mengacu pada pengharapan akan kehidupan kekal melalui kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim yang Adil. Semangat tema ini sejalan dengan tekad Gereja-gereja sedunia yang ingin menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa penegakan keadilan.
Karena itu, dalam pesan Natal bersama kami tahun ini, kami hendak menggarisbawahi semangat Kedatangan Kristus tersebut dengan sekali lagi mendorong Gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani di Indonesia untuk tidak jemu-jemu menjadi agen-agen pembawa damai di mana pun berada dan berkarya. Hal itu dapat kita wujudkan antara lain dengan:
a)  Terus mendukung upaya-upaya penegakkan keadilan, baik di lingkungan kita maupun dalam lingkup yang lebih luas. Hendaklah kita menjadi pribadi-pribadi yang adil dan bertanggung jawab, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, gereja, masyarakat dan di mana pun Allah mempercayakan diri kita berkarya. Penegakkan keadilan, niscaya diikuti oleh sikap hidup yang berintegritas, disiplin, jujur dan cinta damai.
b)   Terus memberi perhatian serius terhadap upaya-upaya pemeliharaan, pelestarian dan pemulihan lingkungan. Mulailah dari sikap diri yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alam di sekitar kita, penghematan pemakaian sumber daya yang tidak terbarukan, serta bersikap kritis terhadap berbagai bentuk kegiatan yang bertolak belakang dengan semangat pelestarian lingkungan. Dengan demikian kita juga berperan dalam memberikan keadilan dan perdamaian terhadap lingkungan serta generasi penerus kita.
c)  Semangat cinta damai dan hidup rukun menjadi dasar yang kokoh dan modal yang sangat penting untuk menghadapi agenda besar bangsa kita, yaitu Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden tahun 2014 yang akan datang.
Saudara-saudara terkasih,
Marilah kita menyambut kedatangan-Nya sambil terus mendaraskan doa Santo Fransiskus dari Asisi:
Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai, Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima
Dengan mengampuni aku diampuni
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
Amin
SELAMAT NATAL 2013 DAN TAHUN BARU 2014
Jakarta, 18 November 2013
Atas nama
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
Pdt. Dr. A. A. Yewangoe (Ketua Umum)
Pdt. Gomar Gultom, M.Th.   (Sekretaris Umum)
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
Mgr Ignatius Suharyo   (Ketua Umum)
Mgr  J. M. Pujasumarta  (Sekretaris Jenderal)

Minggu, 22 Desember 2013

LOMBA MEWARNAI PIA SANTO MARTINUS


Era global yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan individu-individu yang kreatif dan produktif. Oleh karena itu, kreativitas perlu ditumbuh kambangkan khususnya pada anak-anak usia dini, karena pada usia tersebut berlangsung periode puncak perkembangan kreativitas. Pada saat inilah krastivitas secara alamiah muncul sangat tinggi, tercermin dalam perilaku anak yang selalu ingin tahu dan senang bertanya serta memiliki daya khayal yang tinggi. Secara umum sudah banyak dipahami bahwa dalam rangka mengembangkan kreativitas, peran pendidik sangatlah penting.


         Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kreativitas, baik di rumah, di gereja maupun di sekolah. Upaya tersebut mangacu pada hakekat kretivitas, peranan pendidik dalam pengembangan kreativitas, dan upaya peningkatan kreativitas anak pada usia dini. Anak yang kreatif dan cerdas tidak akan jadi dengan sendirinya, melainkan harus diarahkan. Salah satunya dengan memberi kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak, seperti yang dilakukan oleh pembina PIA di gereja Santo Martinus Weleri ini. Kegiatan lomba mewarnai untuk anak-anak PIA dipandang sangat positif untuk mengembangkan kreatifitas anak. Disadari bahwa kreativitas yang mensyaratkan kebebasan tidak akan berkembang apabila si anak tidak diberi kesempatan. Kesempatan tanpa bataspun dapat berakibat buruk dan justru tidak menunjang kreativitas, sebaliknya disiplin yang kaku tanpa toleransi akan berpotensi mematikan kreativitas. Oleh karena itu, kebebasan dan disiplin harus dimainkan secara serasi agar dapat mengembangkan potensi secara optimal.

     Untuk menjadikan bibit unggul yang berkualitas suasana kasih sayang dan stimuli mental diperlukan untuk merangsang daya kreativitas anak. Rangsangan tersebut bisa dengan seni, mengunjungi pameran, menonton pertunjukan wayang, olah raga dan lain-lain. Aktifitas berkesenian baik di ruangan kelas ataupun di luar kelas, pada dasarnya dapat merangsang perkembangan jiwa anak. Kelancaran dalam mengungkapkan perasaan dalam bentuk seni yang tidak harus mementingkan hasil sebagai tujuan, dapat mendorong fungsi-fungsi jiwa anak berkembang aktif. Fungsi jiwa anak seperti merasakan, berfantasi, berfikir, berkehendak (karsa) dan kemampuan motorik dalam merespon yang ada, akan terbina dan melatih kepekaan. Ketajaman inderawi yang diasah melalui kegiatan seni yang mengutamakan proses, pada gilirannya dapat membantu jiwa anak tanggap terhadap lingkungan sekitarnya. Sebab aspek emosional yang dominan dalam kegiatan seni akan tersalurkan secara wajar. Keragaman rangsang tersebut dapat memberi kontak langsung dengan potensi unggul yang dimiliki anak pada usia dini guna meningkatkan kecerdasan serta krativitas. Imajinasi adalah kata kunci kreativitas. Tanpa imajinasi kreativitas tidak akan berkembang. Terimakasih kepada pembina PIA yang telah memberi kesempatan anak-anak untuk berkreatifitas. Tuhan memberkati.