Minggu, 22 Desember 2013

LOMBA MEWARNAI PIA SANTO MARTINUS


Era global yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan individu-individu yang kreatif dan produktif. Oleh karena itu, kreativitas perlu ditumbuh kambangkan khususnya pada anak-anak usia dini, karena pada usia tersebut berlangsung periode puncak perkembangan kreativitas. Pada saat inilah krastivitas secara alamiah muncul sangat tinggi, tercermin dalam perilaku anak yang selalu ingin tahu dan senang bertanya serta memiliki daya khayal yang tinggi. Secara umum sudah banyak dipahami bahwa dalam rangka mengembangkan kreativitas, peran pendidik sangatlah penting.


         Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kreativitas, baik di rumah, di gereja maupun di sekolah. Upaya tersebut mangacu pada hakekat kretivitas, peranan pendidik dalam pengembangan kreativitas, dan upaya peningkatan kreativitas anak pada usia dini. Anak yang kreatif dan cerdas tidak akan jadi dengan sendirinya, melainkan harus diarahkan. Salah satunya dengan memberi kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak, seperti yang dilakukan oleh pembina PIA di gereja Santo Martinus Weleri ini. Kegiatan lomba mewarnai untuk anak-anak PIA dipandang sangat positif untuk mengembangkan kreatifitas anak. Disadari bahwa kreativitas yang mensyaratkan kebebasan tidak akan berkembang apabila si anak tidak diberi kesempatan. Kesempatan tanpa bataspun dapat berakibat buruk dan justru tidak menunjang kreativitas, sebaliknya disiplin yang kaku tanpa toleransi akan berpotensi mematikan kreativitas. Oleh karena itu, kebebasan dan disiplin harus dimainkan secara serasi agar dapat mengembangkan potensi secara optimal.

     Untuk menjadikan bibit unggul yang berkualitas suasana kasih sayang dan stimuli mental diperlukan untuk merangsang daya kreativitas anak. Rangsangan tersebut bisa dengan seni, mengunjungi pameran, menonton pertunjukan wayang, olah raga dan lain-lain. Aktifitas berkesenian baik di ruangan kelas ataupun di luar kelas, pada dasarnya dapat merangsang perkembangan jiwa anak. Kelancaran dalam mengungkapkan perasaan dalam bentuk seni yang tidak harus mementingkan hasil sebagai tujuan, dapat mendorong fungsi-fungsi jiwa anak berkembang aktif. Fungsi jiwa anak seperti merasakan, berfantasi, berfikir, berkehendak (karsa) dan kemampuan motorik dalam merespon yang ada, akan terbina dan melatih kepekaan. Ketajaman inderawi yang diasah melalui kegiatan seni yang mengutamakan proses, pada gilirannya dapat membantu jiwa anak tanggap terhadap lingkungan sekitarnya. Sebab aspek emosional yang dominan dalam kegiatan seni akan tersalurkan secara wajar. Keragaman rangsang tersebut dapat memberi kontak langsung dengan potensi unggul yang dimiliki anak pada usia dini guna meningkatkan kecerdasan serta krativitas. Imajinasi adalah kata kunci kreativitas. Tanpa imajinasi kreativitas tidak akan berkembang. Terimakasih kepada pembina PIA yang telah memberi kesempatan anak-anak untuk berkreatifitas. Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar